Di konten terkait kereta kali ini sedikit agak berbeda dari biasanya. Biasanya saya bahas kereta api terkait dengan review atau trip report dari perjalanan saya dengan kereta api tertentu, review KRL, dan yang lainnya. Tapi untuk kali ini, saya mau bahas tentang hal apapun yang berkaitan dengan perkeretaapian secara umum, baik itu KRL, LRT, MRT dan sebagainya. Intinya yang ada kaitannya dengan transportasi kereta, terkhusus di kawasan Jabodetabek.
Ada beberapa hal yang dibahas kali ini. Mulai dari kelanjutan pembangunan stasiun Manggarai yang sempat terhenti pembangunannya, pembangunan LRT Jakarta segmen 1B, rencana double-double track atau DDT dari Bekasi-Cikarang, rencana elektrifikasi jalur kereta dari Cikarang-Cikampek, perluasan peron stasiun Bogor, hingga yang terkini yaitu insiden kecelakaan kereta api di stasiun Bekasi Timur.
Tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Sebelum melanjutkan pembahasan ini, saya pertama-tama menyampaikan turut berbelasungkawa kepada korban insiden kecelakaan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur pada hari Senin, 27 April 2026 yang lalu. Teruntuk para korban, semoga diberikan tempat terbaik disisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran.
Jadi pada hari Senin, 27 April 2026 yang lalu, terjadi insiden tabrakan antara KRL Commuter Line di lintas Blue Line tujuan akhir stasiun Cikarang (KA 5568A) dengan KA Argo Bromo Anggrek (KA 4B) tujuan akhir stasiun Surabaya Pasar Turi, yang terjadi di stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. Insiden ini terjadi sekitar pukul 20.52 malam, menuju pukul 9 malam. KRL yang terlibat dalam insiden tabrakan ini merupakan KRL Tokyo Metro atau TM seri 6000, dengan nomor TM 6024-6131. KA Argo Bromo Anggrek yang ditarik oleh lokomotif CC 206 13 86 ini menabrak bagian belakang dari KRL TM 6000 tersebut yang tengah berhenti di stasiun Bekasi Timur.
Sebelum tabrakan antara KRL seri TM 6000 dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut terjadi, beberapa menit sebelumnya terjadi insiden tertempernya KRL Commuter Line dari Cikarang dengan taksi Green SM yang menerobos di sebuah perlintasan tanpa palang pintu, tepatnya di Jl. Ampera yang jaraknya cukup berdekatan dengan stasiun Bekasi Timur. KRL yang menemper kendaraan taksi tersebut yaitu KRL CRRC CLI-125. Insiden tabrakan antara KRL CRRC dengan taksi tersebut membuat KRL seri TM 6000 dari arah berlawanan (tujuan Cikarang) terpaksa berhenti di Bekasi Timur dan tidak dapat melanjutkan perjalanannya karena perjalanan belum aman saat itu (terdapat rinja atau rintangan jalan).
Akan tetapi, tiba-tiba datang KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kencang dari stasiun Bekasi, menuju ke Bekasi Timur dan pada akhirnya menabrak bagian belakang KRL TM 6000 (6024) yang tengah berhenti. Tabrakan ini menyebabkan lokomotif menembus hingga ke setengah bagian dari kereta paling belakang (kereta khusus wanita) di rangkaian KRL TM 6000 terkait. Kereta paling belakang dengan nomor 6024 itu pada akhirnya berada dalam kondisi yang ringsek parah dan nyaris tak berbentuk lagi.
Hingga saat tulisan ini dibuat, korban meninggal dunia sejumlah 16 orang, dan puluhan orang lainnya luka-luka.
Kalau melihat dari reaksi netizen, ada beberapa yang menyatakan bahwa penyebabnya berasal dari taksi yang menerobos perlintasan kereta, ada yang bilang berasal dari perlintasan yang ilegal, hingga error pada sistem persinyalan kereta. Tapi disini saya tidak mau berspekulasi terlebih dahulu soal penyebab tabrakan kereta ini, ada baiknya menunggu hasil investigasi final dari KNKT supaya diperoleh hasil dan penyebab yang sebenar-benarnya dari kecelakaan kereta ini.
Pembangunan Stasiun Manggarai Kembali Dilanjutkan

Akhirnya setelah sekian lama terbengkalai dan tertunda berbulan-bulan lamanya, pembangunan stasiun Manggarai kembali berlanjut di bulan April 2026 ini. Pembangunan lanjutan dari stasiun ini dilanjutkan khususnya di sisi utara dan selatan stasiun. Kali ini, pembangunannya difokuskan untuk pembangunan jalur khusus kereta api jarak jauh (KAJJ). Nantinya stasiun Manggarai ini akan dipersiapkan juga untuk melayani perjalanan kereta jarak jauh, sekaligus untuk mengurangi beban perjalanan KAJJ di stasiun Gambir serta Pasar Senen.
Di akhir bulan April 2026 ini, terlihat sudah ada beberapa bagian struktur bangunan yang terpasang dan dibangun, baik itu tiang fondasi hingga struktur bangunan lainnya.
Baca juga: KA Bangunkarta dan Singasari Upgrade Rangkaian Kereta Jadi New Generation!
Rencana Double-Double Track (DDT) Bekasi-Cikarang
Berkaitan dengan tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin yang lalu, ada beberapa netizen dan orang yang menyampaikan bahwa memang sudah saatnya lintas kereta antara stasiun Bekasi hingga Cikarang dibuat double-double track atau DDT. Sebenarnya rencana DDT ini sudah ada sejak lama dan dibangun hingga ke Cikarang. Namun hingga saat ini, jalur DDT yang telah terealisasi baru dari segmen Jatinegara-Bekasi saja. Adapun pada segmen Manggarai-Jatinegara saat ini tengah dilanjutkan kembali.

Lalu bagaimana dengan kelanjutan DDT untuk segmen Bekasi-Cikarang? Berdasarkan situs SPSE Inaproc, situs terkait pengadaan dan tender dari Pemerintah, untuk rencana DDT Bekasi-Cikarang ini tengah dilakukan proses tender atas Reviu DED (Detailed Engineering Design) DDT Lintas Bekasi-Cikarang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan nilai pagu anggaran senilai Rp2,1 miliar.
Semoga proses tender ini bisa berjalan lancar sehingga bisa segera dilakukan pekerjaan konstruksi untuk proyek DDT ini, guna mengurangi beban lalu lintas kereta di lintas Bekasi-Cikarang.
Elektrifikasi Jalur Kereta Cikarang-Cikampek
Selain rencana DDT di lintas Bekasi-Cikarang, terdapat rencana pengembangan perkeretaapian lainnya yaitu elektrifikasi jalur kereta di lintas Cikarang hingga Cikampek. Rencana ini menguat beberapa waktu ini mengingat permintaan layanan kereta perkotaan seperti KRL yang semakin tinggi di daerah pinggiran Jabodetabek, terutama di Karawang dan Cikampek, mengingat daerah tersebut ada banyak sekali kawasan industri disana.
Saat ini memang sudah terdapat KA lokal seperti KA Walahar dan KA Jatiluhur. Namun kenyataannya kedua kereta ini masih belum cukup untuk menampung demand angkutan kereta lokal yang tinggi. Sehingga diusulkan untuk perpanjangan layanan KRL Commuter Line hingga ke Cikampek untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekitar Karawang hingga Cikampek, untuk menuju ke kota sekitarnya seperti Bekasi hingga Jakarta.

Terkait usulan tersebut, saat ini juga tengah dilakukan tender untuk Reviu DED (Detailed Engineering Design) Elektrifikasi lintas dari Cikarang-Cikampek oleh Kemenhub dengan nilai anggaran senilai Rp1,45 miliar.
Perpanjangan Peron Stasiun Bogor

Di stasiun Bogor, saat ini tengah dilakukan pengerjaan pada beberapa peron, khususnya peron 6, 7, dan 8 dalam bentuk perpanjangan peron. Perpanjangan peron ini ditujukan agar peron tersebut dapat memuat kereta yang rangkaiannya lebih panjang. Sekitar bulan April 2026 yang lalu, pengerjaan ini telah dimulai dengan menutup peron 6, 7 dan 8 tersebut.
Akibat dari adanya pengerjaan perpanjangan peron ini, menyebabkan beberapa toko atau tenant yang ada sisi kiri stasiun terpaksa tutup sementara, termasuk tenant Family Mart dan toko lainnya.
Tapi satu hal yang saya harapkan dari perpanjangan peron ini yaitu agar sekalian dibuatkan juga kanopi untuk ketiga peron di stasiun ini. Karena kita sendiri sudah tahu kalau di Bogor itu sering hujan. Rasanya janggal sekali kalau stasiun ini tidak dibuatkan kanopi agar tidak kehujanan. Permasalahan soal tidak ada kanopi di beberapa peron pada stasiun ini sebenarnya sudah disampaikan dan dikeluhkan sejak lama.
Update Konstruksi Pembangunan LRT Jakarta

Saat ini, konstruksi pembangunan jalur LRT Jakarta terus berlanjut, khususnya di fase 1B dari Velodrome-Manggarai. Ditargetkan pada tahun 2026, LRT sudah bisa beroperasi hingga ke Manggarai.
Pembangunan konstruksi jalur LRT Jakarta kalau dilihat saat ini sedang berfokus ke pembangunan segmen jembatan layang yang ada di Manggarai, hingga pemasangan girder dekat flyover Pramuka. Tapi yang paling dinantikan tentu saja yang di Manggarai ini karena terlihat begitu menantang pembangunannya. Jembatan layang yang dibangun di Manggarai ini lebih tinggi dibandingkan dengan segmen jembatan yang menyebrangi jalan tol dalam kota dan segmen lainnya. Selain itu, bentuk jembatannya juga melengkung dan harus melewati jembatan jalur KRL yang ada di bawahnya.
Selain itu, pembangunan juga berfokus ke bangunan stasiun di beberapa lokasi, termasuk di stasiun Pramuka BPKP ini.

Berikut adalah dokumentasi dari beberapa channel YouTube terkini terkait pembangunan serta konstruksi dari jalur LRT Jakarta Fase 1B ini.
Nah, itulah perkembangan dan update terkait perkeretaapian yang ada di Jabodetabek di bulan April kali ini, baik terkait KRL hingga LRT. Ada banyak sekali hal yang perlu dipantau dan terus di-update secara berkala perkembangannya.
Referensi:
SPSE Inaproc Kemenhub

