Setelah sebelumnya kehadiran armada KRL baru dari Tiongkok yaitu KRL CRRC dengan seri CLI-125, kini kembali kehadiran seri KRL baru dari INKA. KRL INKA ini memiliki nomor seri CLI-225 atau iE305. KRL ini disiapkan untuk menambah armada KRL Commuter Line sekaligus menggantikan armada lama yang sudah pensiun, seperti KRL TM 7000 dan JR 203.
KRL ini diharapkan bisa mengangkut lebih banyak penumpang KRL. Akan tetapi setelah sebulan dinas, ternyata KRL ini masih memiliki berbagai permasalahan yang berdampak pada terganggunya perjalanan KRL lainnya. Di konten ini, saya mau bahas seputar KRL INKA CLI-225 ini, mencakup pengalaman atau user experience, fasilitas, hingga kekurangan yang dimiliki. Disini saya akan lebih menekankan ke sisi pengalaman atau user experience, bukan ke hal teknis.
Seputar KRL INKA CLI-225 (iE305)

KRL INKA CLI-225 atau iE305 merupakan salah satu KRL yang diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Persero). KRL ini diproduksi sejak tahun 2024 hingga saat ini di pabrik Madiun serta Banyuwangi, Jawa Timur. KRL ini merupakan hasil kerjasama antara INKA dengan Japan Transport Engineering Company atau J-TREC.
KRL ini menggunakan berbagai komponen yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Dalam satu rangkaian KRL INKA CLI-225 ini, terdiri dari 12 kereta. Hingga saat konten ini dibuat, total sudah ada 6-8 trainset KRL yang sudah diproduksi. Adapun 4 trainset diantaranya sudah berdinas di lintas Bogor atau Red Line, sementara 2 trainset lainnya masih dalam tahap ujicoba. KRL ini disimpan di Depo KRL Depok.
Kereta yang satu ini sudah dilakukan proses ujicoba sejak bulan Maret 2025 yang lalu. Tapi baru resmi berdinas dan digunakan untuk umum di bulan Desember 2025 lalu.
Sistem traksi yang digunakan pada KRL ini adalah traksi berjenis VVVF-IGBT dari Toyo Denki
Penomoran Rangkaian
KRL INKA yang satu ini memiliki penomoran CLI-225.X001. Dimana huruf “X” tersebut menunjukkan nomor trainset atau rangkaian keretanya. Untuk trainset 1, maka penomorannya adalah CLI-225.1001. Untuk trainset 3, penomorannya yaitu CLI-225.3001, dan seterusnya.
Lalu angka “1” pada bagian terakhir penomoran menunjukkan nomor keretanya. Misal kereta nomor 6 pada trainset ke-1, maka penomorannya adalah CLI-225.1006.
Adapun untuk penomoran dari Kementerian Perhubungan, KRL ini memiliki penomoran yang dimulai dari K1 1 25 37, dan seterusnya.
Eksterior

KRL ini menggunakan bahan baja nirkarat atau stainless steel. Liverynya memiliki kombinasi warna merah, hitam, serta abu-abu dari stainless steel itu sendiri. Bentuk liverynya menyerupai gelombang yang naik dan turun. Di bagian kabin depan dan belakang, menggunakan warna dasar abu-abu dengan warna merah dan abu-abu yang terletak di dekat jendela kabin.
Terdapat lampu yang terletak di bagian atas dan tengah kabin. Lampu ini menggunakan lampu LED yang terang dan berwarna putih saat dinyalakan.
KRL ini memiliki empat pintu disetiap sisinya. Sehingga total ada delapan pintu dalam satu kereta. Jauh berbeda dengan KRL buatan INKA sebelumnya yaitu KRL KfW yang disetiap sisinya hanya terdapat tiga pintu (total enam pintu). Jadi bisa dibilang KRL terbaru dari INKA ini sudah sesuai dengan standar saat ini terkait jumlah pintu kereta.
Interior

Untuk interiornya, KRL baru INKA ini memiliki style yang kurang lebih mirip seperti KRL di Jepang. Ya tentu saja karena KRL ini juga merupakan hasil kerjasama antarai INKA dengan JTREC dari Jepang. Di dalam KRL ini, terdapat kursi yang berwarna merah dan biru keunguan. Kursi berwarna merah diperuntukkan bagi penumpang manapun. Sementara kursi berwarna biru keunguan tersebut merupakan kursi bagi penumpang prioritas. Berbeda dengan kursi di KRL JR-205, kursi prioritas di KRL baru INKA ini tidak hanya terletak di bagian ujung kereta saja, tetapi juga ada di ujung sisi kursi di bagian tengah kereta yang lokasinya dekat dengan pintu KRL.
Soal kursi prioritas, terdapat juga kursi prioritas yang bisa dilipat yang ada di sisi ujung kereta. Dimana space dari area tersebut, saat kursi prioritas tersebut tidak digunakan, kursi bisa dilipat dan area sekitarnya bisa digunakan untuk penumpang dengan kursi roda.
Terdapat pula pegangan tangan atau hand strap berwarna hijau dan berbentuk segitiga. Hand strap yang terletak di dekat pintu KRL posisinya lebih tinggi daripada hand strap yang letaknnya ada di sisi dekat kursi KRL. Untuk kursinya sendiri pada spreinya tidak terdapat motif atau gambar seperti pada kursi KRL CRRC CLI-125. Hand strap di area dekat kursi prioritas di ujung kereta memiliki warna kuning.
Untuk bagian dinding dari KRL ini memiliki warna putih polos tanpa motif apapun. Tapi kalau dari segi bahan yang digunakan, sepertinya dinding dari KRL CRRC CLI-125 bahannya jauh lebih bagus, kuat, dan kokoh ketimbang di KRL CLI-225 ini.
Pada bagian kursi dekat pintu, dipasang sekat semi-transparan dengan motif lingkaran kecil serta tulisan “KAI Commuter”. Tapi untuk bahan dari sekat tersebut masih jauh lebih bagus di KRL CRRC CLI-125 bahkan JR-205 sekalipun.
Fasilitas dan Fitur KRL

Jika dibandingkan dengan KRL buatan INKA sebelumnya, KRL seri CLI-225 ini memang memiliki berbagai fasilitas dan fitur yang lebih lengkap. Ada gap sekitar 10 tahun lebih antara KRL KfW dengan KRL CLI-225 ini. Jadi harusnya ada peningkatan signifikan pada fasilitas, teknologi yang digunakan, hingga fitur yang dipakai di KRL baru ini.
Salah satu fitur pada KRL INKA CLI-225 yang paling menonjol yaitu passenger information display system atau PIDS yang dipasang di dekat pintu KRL ini. PIDS di KRL INKA ini informatif, menampilkan informasi nomor kereta, tujuan, jalur kereta, posisi kereta, termasuk rute keretanya juga. Pada PIDS ini juga terdapat dua lampu indikator yang akan menyala saat pintu dibuka dan ditutup.
Fitur baru lainnya yaitu speaker di bagian luar KRL ini. Saat ujicoba beberapa waktu lalu, speaker luar KRL ini sempat dites dan digunakan. Bunyi dari speakernya jelas dan terdengar nyaring.
Kereta ini menggunakan sambungan berjenis akordeon dan dilengkapi dengan pintu di setiap ujung kereta. Berbeda sekali dengan KRL CRRC CLI-125 yang hanya terdapat sambungan akordeon dan tanpa pintu di ujung keretanya. Untuk pendingin udara, di KRL INKA ini menggunakan AC sentral yang bisa dibilang dingin.
Untuk tirai, di KRL INKA CLI-225 ini menggunakan tirai yang sejenis dengan tirai di kereta jarak jauh (KAJJ). Adapun untuk bagian bagasinya, ukuran bagasi di KRL CLI-225 ini tidak sepanjang bagasi di KRL JR-205, tidak sampai ujung ke ujung. Sangat disayangkan karena bagian dari PIDS dekat pintu ini memakan sebagian ruang yang seharusnya bisa ditempati untuk memperpanjang bagasi. Bagasi ini juga tidak terdapat di sisi dekat kursi prioritas yang terletak di ujung kereta.
Selain itu, kereta ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti palu pemecah kaca serta APAR.
Review Jujur: Masih Ada Kurangnya
Nah, sekarang langsung saja ke bagian yang paling penting yaitu review KRL INKA CLI-225 ini. Saya sendiri sudah beberapa kali naik kereta yang satu ini sejak bulan Desember 2025 yang lalu. Dari pengalaman saya tersebut, ada banyak hal yang perlu untuk dibahas dan dikritik soal kereta baru dari INKA ini.
Kehadiran KRL ini memang sangat ditunggu-tunggu oleh railfans karena KRL ini merupakan hasil kolaborasi antara INKA dengan Jepang (J-TREC). Jadi ekspektasi terhadap KRL baru INKA ini begitu tinggi, dengan harapan KRL INKA ini bisa jauh lebih baik dan bagus dibandingkan dengan KRL INKA sebelumnya.
Setelah menanti beberapa bulan sejak Maret 20225 saat awal ujicoba, hingga sempat tak ada kabar lagi beberapa bulan berikutnya dan kembali muncul di permukaan di bulan November 2025, akhirnya di bulan Desember 2025, pengguna rutin KRL bisa menjajal KRL baru ini secara langsung.
Akan tetapi berdasarkan pengalaman pengguna, baik dari saya maupun penumpang lain, termasuk railfans, ternyata masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dan diperbaiki pada KRL ini. Berikut adalah beberapa kekurangan yang ditemukan pada KRL INKA CLI-225 ini.
Akselerasinya Lebih Lambat
Sadar atau tidak, kalau diperhatikan secara jeli, KRL INKA CLI-225 ini memiliki akselerasi atau percepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan jenis KRL lain, baik KRL CRRC CLI-125 maupun KRL JR-205. Saat kereta ini diberangkatkan, KRL ini cenderung berjalan lebih lambat dan pelan, serta tidak langsung yang berjalan cepat hingga menghentak gitu.
Kursi Terlalu Tebal
Salah satu concern saya pada KRL INKA CLI-225 ini yaitu soal kursinya. Bukan soal empuk atau tidaknya, tapi lebih ke bentuk kursinya yang terlalu tebal jika dibandingkan dengan kursi di KRL CRRC CLI-125 dan JR-205. Tebalnya kursi ini tidak hanya tebal ke samping, tapi juga tebal ke bawah. Karena kursinya begitu tebal (terutama ke samping), jadi ada sebagian ruang kosong atau spaces yang terbuang sia-sia, yang seharusnya bisa membuat area lorong dari kereta ini jadi berasa lebih lega dan luas.
Karena terlalu tebal kursinya, jadi soal kenyamanan kursi KRL INKA CLI-225 ini menurut saya masih kalah nyaman kalau dibandingkan sama kursinya KRL seri TM 6000.
Posisi Kursi Tidak Menempel pada Dinding Kereta

Hal lain seputar kursi di KRL INKA CLI-225 yang saya perhatikan yaitu soal pemosisian kursinya. Ternyata kursi ini tidak sepenuhnya nempel pada dinding kereta. Masih terlihat ada celah kecil yang seharusnya tidak dibiarkan kosong begitu saja. Lagi-lagi kerena hal inilah, membuat area dalam kereta ini terasa kurang luas karena terdapat space berupa celah kecil tadi yang masih tersisa, ditambah dengan kursinya yang terlalu tebal.
Pegangan Besi untuk Tangan Terlalu Tinggi
Untuk hal yang ini sifatnya subjektif. Buat kalian yang punya badan tinggi sekitar 170 cm keatas, bisa jadi hal ini tidak terlalu relate. Tapi buat yang punya tinggi badan sekitar 165 cm kebawah, termasuk saya, hal ini mungkin sangat relate.
Saat jam sibuk atau rush hour, terkadang suka rebutan yang namanya hand strap atau pegangan tangan saat naik KRL. Pegangan tangan ini berguna banget agar posisi badan bisa seimbang dan menghindari jatuh saat KRL sedang berjalan, berakselerasi, maupun mengerem. Terkadang kalau tidak kebagian hand strap ini untuk pegangan, biasanya pegangan ke besi yang jadi tempat untuk menggantungkan hand strap tersebut.
Tapi khusus untuk KRL INKA CLI-225 ini, pegangan besinya tinggi banget. Saya yang tingginya sekitar 164-166 cm rasanya sulit banget untuk menjangkau pegangan besi tersebut kalau tidak kebagian hand strap saat naik KRL ini pas lagi penuh-penuhnya.
Pintu Bermasalah dan Tidak Sinkron
Nah, inilah salah satu kekurangan yang paling banyak orang keluhkan, termasuk saya sendiri. Kali ini soal pintu dari KRL CLI-225 yang bermasalah hingga tidak sinkron saat menutup. Tapi tidak semua pintu pada trainset KRL CLI-225 ini bermasalah, yang paling terlihat dan sering terjadi yaitu pada trainset kedua KRL INKA ini. Adapun pada trainset ke-1, 3, dan 4 tidak terlihat adanya permasalahan yang signifikan pada pintu KRL tersebut.
Permsalahan soal pintu KRL khususnya di trainset ke-2 ini sering terjadi terutama saat jam sibuk dan KRL penuh dengan penumpang. Saat pintu menutup, ternyata masih ada beberapa pintu KRL yang belum menutup dan masih terbuka, sementara pintu lainnya sudah menutup dengan sempurna. Hal ini juga bisa kalian perhatikan pada lampu indikator yang ada di bagian atas pada setiap kereta. Jika lampunya mati, maka pertanda pintu sudah tertutup secara sempurna. Tapi jika lampunya masih menyala, pertanda masih ada pintu yang belum tertutup sempurna.
Karena hal tersebut, terkadang asisten masinis harus kembali membuka pintu dan menutup pintu KRL kembali secara berulang-ulang kali hingga semua pintu benar-benar sudah tertutup.
Kendala terkait pintu KRL ini ternyata juga berdampak ke kelancaran perjalanan KRL. Karena kendala pada pintu tersebut, membuat KRL INKA CLI-225 ini terlambat diberangkatkan dari stasiun dan terbuangnya waktu untuk memastikan pintunya sudah tertutup semua. Karena KRL INKA tersebut terlambat diberangkatkan, hal ini selanjutnya ikut berdampak ke KRL dibelakangnya yang pada akhirnya juga mengalami keterlambatan. Dampaknya sudah jelas sekali seperti efek domino. Satu penyebab serta permasalahan tersebut menyebabkan permasalahan lain dibelakangnya.
Saya sendiri pernah merasakan saat naik KRL yang tepat berada dibelakang KRL INKA CLI-225 ini. Saat perjalanan, KRL yang saya naiki ini beberapa kali tersendat perjalanannya dan tidak lancar seperti biasanya, padahal KRL yang saya naiki tersebut tidak ada tanda-tanda gangguan atau kendala. Ternyata eh ternyata, penyebabnya ada di KRL didepannya yaitu KRL INKA CLI-225 (trainset ke-2) ini. Memang terlihat sepele tapi ini berdampak besar pada kelancaran perjalanan KRL.
Build Quality & Assembly yang Belum Rapi
Soal hal ini, sepertinya sudah diketahui oleh beberapa orang kalau kualitas dari perakitan rangkaian KRL INKA CLI-225 ini beberapa diantaranya ada yang kurang rapi. Mulai dari pemasangan komponen yang belum sesuai dengan standar, ada perangkat yang lepas, dan sebagainya.
Gorden Tersangkut dan Terlipat
Soal gorden, ini memang permasalahan yang sudah ada sejak gorden model push and pull ini digunakan untuk kereta jarak jauh (KAJJ). Untuk menutup dengan mendorong gorden ke bawah, terlihat seperti tidak ada masalah yang berarti. Tapi saat ingin membuka gorden, masalahnya mulai muncul seperti gorden yang tersangkut hingga terlipat secara tidak beraturan.
Masih Ada Room for Improvement
Dari beberapa kali mencoba naik KRL INKA CLI-225 ini, diketahui memang masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi ulang dan diperbaiki kembali agar pada trainset selanjutnya bisa memiliki kualitas yang lebih baik lagi. Saya rasa pasti banyak yang menaruh ekspektasi tinggi pada rangkaian KRL ini karena ada kerjasama dari pihak Jepang, sehingga kualitasnya bisa jauh lebih bagus. Tapi kenyatannya memang belum sesuai harapan yang diinginkan.
Seingat saya, salah satu armada KRL buatan INKA yang sekarang dijadikan sebagai KA Bandara pada saat awal beroperasinya juga sering bermasalah. Tapi belakangan ini kereta tersebut sudah jarang sekali mengalami trouble.
Semoga saja untuk KRL INKA CLI-225 ini bisa segera dievaluasi ulang sesuai dengan pengalaman pengguna (user experience) agar permasalahan yang ada saat ini tidak terulang lagi pada trainset berikutnya.
Buat kalian yang udah pernah naik kereta yang satu ini, gimana pengalamannya? Apa ada kekurangan lainnya dari KRL INKA yang satu ini?
Referensi:
Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_rel_listrik_seri_iE305

